Sabtu, 17 Desember 2016

Inikah "kemajuan"?

Sore hari menjelang maghrib beberapa hari lalu...

Aku sedang berjalan kaki sambil menjaga malaikat kecilku yang berlarian menikmati sore hari
Tanpa sengaja di pertigaan gang menuju "rumah mewahku" yang berdiri di atas tanah entah berapa hektar (pinjem istilah bunda) itu
aku merekam  satu pemandangan yang sebenarnya sih tak terlalu istimewa..

Seorang gadis sedang duduk sambil bersandar di pundak gadis lain yang sepertinya sahabatnya.
Sepertinya dia sedang terluka hatinya karena aku lihat ada air mata yang berlinang di pipinya..
Si sahabat kulihat mengelus2 bahu si gadis berusaha membuatnya lebih tenang..

Sementara di depannya berdiri seorang pemuda dengan tegapnya dengan expresi muka yang sepertinya gusar..

Beberapa patah kata pelan layaknya sebuah negosiasi keluar dari ketiga pemuda pemudi itu...
Tak berapa lama kemudian, si gadis berdiri tersentak dan berbicara setengah berteriak ke arah si pemuda..

"Ok, fine...!! kalo emang itu yang lo mau, gw putus dari dia sekarang...!!! Puaaass???!!!"

Beberapa detik kemudian, si gadis menggandeng (baca : menyeret paksa) sahabat yang di sampingnya..

Mereka berdua berjalan -tepatnya berlari- menjauh dari si pemuda yang sepertinya berusaha masih ingin menjelaskan sesuatu..

Tapi tak ada lagi kesempatan buat si pemuda berkata apapun karena dua gadis itu telah semakin berlari menjauh..

Dan tinggal aku yang tak bisa berkata apa-apa menyaksikan adegan di depanku yang begitu cepatnya itu..
Sambil masih tetap menggandeng "pemuda"ku aku berjalan pulang karena Maghrib segera tiba..

Sebenarnya apa yang kusaksikan itu adalah sesuatu yang sangat biasa dan tak ada yang istimewa..
Tapi yang kemudian terus menggelitikku karena "para pemeran kisah nyata" itu adalah pemuda dan gadis-gadis kecil seumuran anak pertamaku..

Aku sangat yakin kedua gadis itu masih duduk di bangku sekolah dasar, kira-kira kelas 5 atau kelas 6...
Lalu si pemuda gusar itu sepetinya baru kelas 6 atau kalaupun sudah SLTP mungkin baru duduk di kelas 7

Duh... inikah kemajuan? Inikah modernisasi?

Seingatku dulu ketika aku seumuran mereka bertiga,
Kalaupun harus bertengkar, biasanya karena berebut mobil-mobilan atau layangan..
Atau ada yang berlaku curang saat bermain petak umpet atau gobag sodor...

Sahabat-sahabat hati...
Mudah-mudahan tulisan ini dapat sedikit membuka cakrawala kita semua bahwa sepertinya ada yang salah menyikapi modernisasi ini..

Dan marilah kita semua jaga malaikat-malaikat dan bidadari-bidadari kecil kita..
Agar bertumbuh sesuai dengan usianya
Meskipun modernisasi dan kemajuan jaman harus tetap ada..

Tangerang, 13 Oktober2012

#memandang gadis kecilku yang sedang terlelap#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

~ Menyerah ~

biar saja ku tetap di sini sebagai ilalang mungkin yang menunggu embus angin untuk dapat sekedar meliukkan batangku atau sebagai dedaun...