Sabtu, 17 Desember 2016

Kupat Tahu Ala Didik

Lebaran dan ketupat adalah dua hal yang tak terpisahkan, meskipun untuk beberapa daerah ketupat ini tidak “wajib” ada di meja makan pada hari lebaran dan juga ada beberapa daerah yang memiliki tradisi kupatan dimana ketupat disajikan bukan pas hari H Idul Fitri, tapi pada hari ketujuh Syawal.

Nah, biasanya kita sudah cukup ‘eneg’ dengan hidangan serba santan dari teman-teman si ketupat ini. 
Opor ayam, sayur labu, rendang dan juga masakan lain serba santan khas lebaran. Barangkali ada yang butuh sesuatu yang agak beda, aku mencoba ber-eksperimen dengan memanfaatkan ketupat tapi dihidangkan tanpa si serba santan ini.

KUPAT TAHU...
Ya… Di daerah Magelang, Purworejo, Wonosobo, Jogja dan sekitarnya hidangan ini sudah tidak asing lagi, tapi mungkin untuk beberapa daerah lain ada yang belum pernah mendengar nama hidangan ini.

Bahan-bahan yang sederhana dan rasanya yang pedas, manis, segar cocok untuk ‘lidah jawa’, apalagi di momen lebaran yang dari segala penjuru sudah diserang dengan masakan berkolesterol tinggi.

Di bawah ini Didot coba berbagi resep sederhananya  (untuk 5 porsi) :

BAHAN-BAHAN :
- Ketupat (bisa diganti dengan lontong)    -    5 buah
- Tahu (lebih cocok tahu coklat)               -  10  buah
- Daun Kol                                              -   ¼ kg
- Tauge (jika suka)                                   -   ¼ kg
- Daun Seledri                                         -   2-3  batang (sesuai selera)
- Bawang goreng                                     -   sesuai selera
- Bawang putih                                         -   5 siung
- Cabe                                                     -   sesuai selera

BAHAN-BAHAN KUAH :
- Gula Merah                                               -  ¼ kg
- Daun Salam                                               -  5 lembar
- Lengkuas (dikeprek)                                  -  1 buah
- Garam                                                       -  1 sendok makan
- Air                                                             -   +/-  2 gelas


CARA PENYAJIAN :
1. Untuk kuah siram, semua bahan dimasak di atas api sedang sampai mendidih dan sedikit mengental (kira-kira air tinggal ¾ bagian)
2. Tahu dipotong dadu (kotak) dan digoreng sampai berwarna kecoklatan (lebih kering lebih enak pada saat tersiram kuah)
3. Kol, daun seledri diiris kecil-kecil, tauge disiram dengan air panas saja agar tidak terlalu matang
4. Cabe dan bawang putih diuleg pelan dan tidak terlalu hancur,  langsung di piring saji agar aroma bawang putih terjaga
5. Masukkan ketupat (lontong) yang telah dipotong, tambahkan dengan tahu yang telah digoreng, tumpukkan irisan daun kol, daun seledri, tauge dan taburkan bawang goreng secukupnya.
6. Tuangkan kuah siram di atasnya
7. Kupat tahu nan segar siap dihidangkan

SELAMAT MENCOBA…

Tangerang, 30/07/14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

~ Menyerah ~

biar saja ku tetap di sini sebagai ilalang mungkin yang menunggu embus angin untuk dapat sekedar meliukkan batangku atau sebagai dedaun...