Jumat, 14 Juli 2017

~ sisa aroma rindu ~

kabut masih berembus 
pada sisa shubuh 
di pagi kita yang hening 
dingin menjilat setiap jengkal pori 
di tubuh lelah kita 
yang masih berselimut rindu 

sejuta cerita masih kusimpan 
pada ujung keharuan 
di detik-detik peluk hangat engkau 

nanar mendera 
saat sang waktu melempar jeda 
atas sesak rindu yang tumpah 

biar..
biar saja kabut pagi ini sirna 
saat surya menjilat angkuh 
sebentuk dingin 
pada embun di pucuk dedaunan 
sebab di palung hati kita 
tetap ada aroma rindu 
yang bersemayam mesra
dalam sahaja..⁠⁠⁠⁠

Tangerang, 01 Juli 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

~ Menyerah ~

biar saja ku tetap di sini sebagai ilalang mungkin yang menunggu embus angin untuk dapat sekedar meliukkan batangku atau sebagai dedaun...